Oleh: dgtola | 20 Agustus 2009

Merdeka atau mati (sebuah puisi karya Abdullah Muaz)

Merdeka atau Mati
Abdullah Muadz

Merdeka atau mati
Kayanya enakan mati…?
Yaa,… mati rasa..
Rasa malu apalagi kalau sudah mati paaaling.. enak
Enak makan raskin hasil nilep
Orang kaya makan beras orang miskin..
Uhuuuyy..
ini bisa masuk guiness book or record
Mengalahkan babi-babi dimanapun juga
Karena serakus rakus babi…,
…tidak ada yang mengambil jatah temannya sendiri..
Merdeka atau mati…!
Kayanya enakan mati…?
Yaa mati urat…malu. .
Diganti dengan urat kuda paaaling uenak…
Enak main kuda-kudaan, sambil pakai kamera..
Antara wakil rakyat bersama seorang artis
Uhuuuyy..!
ini bisa masuk guiness book of record
Mengalahkan kucing-kucing manapun
Karena senekat-nekat kucing .. disorot kamera pasti dia kabur…

Merdeka atau mati…!
Kayanya Enakan mati…?
Mati kulit sensitif.. diganti dengan kulit badak paaaling uenak..!
Badak bisa sekolah di SMA Cianjur,
Bahkan bisa kuliah di Bandung..
Sekarang masuk SMP Indramayu, sehingga indramayu bergoyang..
Dan seterusnya .. susul menyusul ..
Sekarang badak dari Bali mampu menghasilkan 13 judul film..
Badak dari Jawa Timur sudah menghasilkan 5 judul film..
Di depan Malioboro beberapa pasang badak bisa masuk mobil
Sampai lupa kesiangan dan akhirnya ditoton banyak orang…
Uhuuyy..
ini bisa mengalahkan kerbau-kerbau dimanapun juga.
Tak satupun, kerbau yang bisa kumpul orang..,
Karena kerbau tidak punya KUA dan Penghulu…
Tetapi…. ada orang yang bisa kumpul Keboo….!!

Merdeka atau mati…!
Kayanya enak mati..?
Yaa.. ! mati rasa dibagian muka..
Diganti dengan muka tembok. Paaaling enaak…!
Orang bisa antri raskin sambil pegang HP
Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok..
Orang tua lupa siapkan SPP, terpakai untuk beli TV dan Kulkas baru..
Koruptor bisa tampil di TV sambil tersenyum..
Korban konspirasi katanya..?
Pegawai bisa ngenet pagi di kantornya sambil chating2an..
Bencong bisa jadi penceramah..
WTS (Wanita Tidak Sholat ) bisa ganti nama jadi…,
PSK (Perempuan Suka Keluyuran ) PSK bisa ganti nama jadi….
Pramu Syahwat.. supaya mirip pramugari .. katanya..
Pengemis bisa pakai walkman sambil goyang kepala..
Para pengungsi bisa berjoged dalam tendanya..
Pelajar lulus bisa corat-coret apa saja seperti kesetanan..!
Orang kampung bisa mabok, walau belinya patungan..
Kuwehnya bakwan.. muntahnya keluar toge, genjer dan oncom..
Uhuuuyyy…! tiada duanya..
Tadinya barang langka sekarang menjadi biasa..
Tadinya dianggap gila sekarang menjadi lumrah..
Ini membuat si Jenius tak berkutik.., mati akal..!
Apa hubungannya lulus sekolah dengan corat coret…
Jaka sembung naik ojek.., kagak nyambung jak..?
Merdeka atau mati..!
Kayanya enakan mati..?
Mati rasa, harga diri serta gengsi..
Semua diganti dengan materi…
Kehormatan diukur dengan pangkat, jabatan, kedudukan, ketiduran..
Kemulyaan bisa diraih dengan kecantikan, kegantengan,
keturunan, keningratan, darah biru, darah merah, darah putih, dan darah
belang…
Harga diri bisa didapat dengan banyaknya harta, wanita, tahta serta toyota..
Serenceng gelar bisa dibeli di kios-kios penjual ijazah luar negeri..
Kemudian tinggal pesan kartu nama dibuat ukurang lebih panjang, agar

masuk semua
gelarnya…
Drs, Ir. KH. Sarimin, MA, ME, MBA, MSC, Phd, STMJ, ALM Dll, DSB, DST..
Uhuuyy..! bil fuluss.., likulli syai’in tembuuss..
Maa fii Fuluuss.., laisa muluuusss…

Merdeka atau mati..!
Kayanya enakan mati..?
Mati rasa, harga diri, serta gengsi
Biar tekor.. yang penting kesohor..
Biar beras impor..
…Yang penting gedung-gedung tinggi pada nyongor..
Biar pengemis banyak di trotoar..
.. yang penting bisa melihat saya punya jaguar…
Biar orang antri minyak.. yang penting saya bisa tidur nyenyak..
Biar orang antri beras.. yang penting saya bisa tidur pulas
Biar rakyat pada kurus.. yang penting korupsi saya mulus..
Biar masyarakt terhimpit.. kejepit..,
..yang penting harta saya melejit.. menjulang kelangit
Biar pengungsi tidur ditenda kepanasan dan kehujanan..
Yang penting saya bisa berleha-leha sambil kekenyangan. .
Biar rakyat kena sunami,, yang penting saya bisa refresing ke Miami..

Merdeka atau mati…!
Kayanya enakan mati…?
Mati hati nurani dibunuh oleh materi.. sekali lagi materi..
Berawal dari mimpi-mimpi. . kemudian menjadi obsesi..,
Akhirnya menggunakan segala cara untuk mendapatkannya. ..!
Tilep sana .., tilep sini..
Sikat sana.., sikat sini..
Tendang sana…, tendang sini..
Fitnah sana.., Fitnah sini..
Jilat sana .. jilat sini….
Sogok sana.., sogok sini…
Kasak kusuk sana.., kasak kusuk sini
Main dukun sana main dukun sini
Dari Cirebon sampai Banten jimatnya ada disini
Semuaa… demi kehormatan.. kedudukan.. kemuliyaan dan harga diri

Merdeka atau mati…!
Kayanya enakan mati…?
Mati akal, fikiran, kreatifitas, semangat serta idealisme..
Sampai tak tahu arti merdeka….
Merdeka…!
Apakah itu merdeka…
Tahukah kamu apa arti merdeka..
Merdeka artinya hormat bendera sambil digerek
Setalah itu anda bebas korupsi..
Merdeka artinya bentuk paskibra dengan biaya selangit
Bisa beli cendol untuk mengisi danau toba
Atau beli krupuk untuk menutup monas..
Merdeka artinya bergadang sampai larut malam,
Masang bendara kadang sambil mabok..
Merdeka artinya bikin panggung untuk poco-poco, joged-joged
atu goyang ngebor, sampai pagi .., sampai teler.. sampai ngiler…
Merdeka artinya orang bisa bebas berbuat apa saja , tanpa
kendali yang penting hak asasi katanya…
Merdeka artinya gigit duit di semangka,
…balap karung, paling banter…. panjat pinang..
Indonesia… ! 62 tahun sudah merdeka….!
Lomba-lombanya masiiih… makan kerupuk sajaa…
Kaciaaan dech loch…. entar cacingan…. !

Merdeka atau mati…!
Kali ini ada yang ingin merdeka..
Tapi mati dia punya nyali…
Takut kwali tak terisi…
Nyaris tanpa aksi, Cuma bicara sana-sini..
No action talk only…
Mimpi-mimpi mulai dirumuskan
Idelisme mulai diluncurkan
Dasar Negara muali diletakkan
Tapi sayang letaknya..sekali lagi letaknya..?
Bukan lagi di hati dan fikiran..
Karena sudah pada mati…
Akhirnya diletakkan di prassti-prassti, tugu-tugu,
buku-buku, kertas-kertas, serta dokumen-dokumen negara…
Dibacakan dalam upacara resmi, sumpah jabatan….
… atau dalam cermonial basa basi..
Sementara yang tinggal di hati hanyalah Panca Gila:
1. Keuangan yang maha kuasa..
2. Kemanusiaan yang rakus dan biadab
3. Pengurasan kekayaan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh pejabat yang mirip penjahat, berkolaborasi
dengan konlomerat yang suka menyengsarakan rakyat..
5. Kerakusan sosial bagi seluruh penjahat Indonesia…

Na’uuzubillaahi Min
Zaalik…
Innalillaahi
wa inna Ilaihi Roji’uun…

dikopas dari: http://msohir.blogdetik.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: