Oleh: dgtola | 12 Februari 2009

Untung Rugi Jadi PNS

Tulisan ini saya kopas dari blog http://calonpns.wordpress.com/ dengan beberapa tambahan alakadarnya.

Sebelum Anda benar-benar melamar dan kemudian diterima jadi PNS, cobalah untuk berpikir matang-matang, apakah Anda cocok menjadi PNS? Alangkah sayangnya bila kemudian Anda keluar karena tidak tahan terhadap situasi di dalam, sementara jutaan orang mendambakan posisi seperti Anda. Oleh karena itu kami mencoba memberikan bahan pertimbangan sebelum memutuskan jadi PNS.

Keuntungan jadi PNS

Berdasarkan pengalaman, beberapa kemudahan atau keuntungan jadi PNS antara lain (boleh ditambahkan kalau ada ide):

1. Kemudahan Melanjutkan Sekolah

setelah resmi ditahbiskan menjadi PNS (setelah lulus prajab, dan biasanya disyaratkan minimal 2 tahun bekerja sejak CPNS), peluang untuk sekolah terbuka lebar melalui berbagai program baik yang ditawarkan oleh Pemerintah (biasanya Bappenas rutin tiap tahun melalui Badan Diklatnya, Departemen PU, Departemen Keuangan, dan lain-lain) maupun pihak swasta dan lembaga donor luar negeri. Syaratnya Anda harus memperoleh izin dari atasan (minimal setingkat eselon 2).

Sampai saat ini, point nomor 1 ini belum terlalu terbukti. Mungkin kalo di Indonesia bagian barat boleh lah, apalagi di departemen2 yg ada di pusat. Atau karna saya maunya yang linier dengan s1  saya yang berorientasi teknik? sehingga jarang sekali saya dengar? Apalagi yg diidam-idamkan oleh PNS adalah “tugas belajar” bukan “ijin belajar”. Atau mungkin juga PNSnya yg malas terima tantangan.

2. Waktu Luang Setelah Bekerja

jam kerja PNS untuk lima hari kerja (di Pusat dan beberapa Pemda) adalah jam 8.00 – 16.00, untuk Pemda dan Depdagri biasanya ada apel pagi jam 07.30 dan apel sore (tentatif) jam 16.00. Sementara untuk enam hari kerja (di sebagian besar Pemda) adalah jam 8.00 – 14.00. Di luar waktu tersebut bisa digunakan untuk nyambi atau melakukan aktivitas lain yang bermanfaat sekaligus nambah penghasilan yang halal tanpa harus korupsi.

yaa… iya lah, heee. hee100x

3. Gaji Tetap dan Pensiun

Ada pemeo yang mengatakan ‘Rajin Malas Gaji Sama’. Memang begitulah kondisinya saat ini, tapi paling tidak menggambarkan bahwa gak perlu kuatir gaji dipotong karena susah mengurusnya. Di samping itu juga jaminan pensiun hingga meninggal dunia dan jandanya masih berlaku (denger2 sih mau diubah menjadi pesangon, tetapi belum ada aturan bakunya sampai hari ini), sehingga gak perlu memikirkan hari tua. Kalau sekedar makan sih cukuplah.

belum lagi tambahan dari ucok-ucok  “uang cokko-cokko”,
cokko-cokko itu bahasa makassar yg artinya sembunyi-sembunyi,
ucok ini bagusnya dibahas tersendiri deh..

4. Membina relasi

Jadi PNS saat ini memudahkan kita membina relasi dengan siapapun, karena kita tetap dibutuhkan, walaupun terkadang dibenci masyarakat, terutama di bidang pelayanan publik dan administrasi. Manfaatkan relasi untuk menambah pendapatan dan meningkatkan karir Anda.

5. Mudah Berpindah Instansi

Tidak seperti di swasta yang harus melalui tes lagi kalau pindah kerja, di PNS selama sudah mengantongi NIP, Anda bisa pindah kemanapun dengan tetap membawa NIP asal Anda, yang penting ada yang mempromosikan Anda di tempat yang dituju dan dibutuhkan di tempat tersebut. Syaratnya hanya mengajukan surat permohonan pindah dari instansi asal ke BKN dan instansi tujuan. Saya sendiri sudah mengalaminya, dari pindah instansi di lingkungan internal Pemda, hingga pindah antar instansi ke Pemerintah Pusat (lihat tentang daku).

Tidak semudah itu juga, tergantung arah angin nya juga bos!
Teman-teman di kampus dulu bilang lihat ‘si kontol panjang’, situasi kondisi toleransi pandangan jangkauan.

6. Mudah dapat kredit di bank

Survei membuktikan bahwa hampir semua sk pns tersimpan dengan baik dalam lemari besi, tidak perlu ragu dengan adanya bencana alam, alias ada tersimpan dalam brangkas bank. Setelah saya jadi PNS begitu mudahnya saya bisa dapatkan kredit.  Jangankan PNS, CPNS saja sudah kasak kusuk ke sana ke mari mau mengamankan sk-nya, padahal menurut aturan belum bisa. Kadang belum habis kredit yang lalu, ehhh… nyambung lagi deh, seperti kontrak pemain bola saja yg belum habis masa kontraknya sekarang tapi sudah dibuatkan kontrak baru perpanjangan karna “berprestasi”.  Apalagi ditunjang dengan adanya bank yang glamour memberikan kredit ke pns, sampai-sampai saya dengar digelari rentenir gaya modern.

Namun demikian, perlu dipertimbangkan kerugian jadi PNS, antara lain:

1. Gaji Pas-Pasan

Sampai hari ini, upaya pemerintah menaikkan gaji selalu kalah dengan kenaikan harga barang, sehingga sulit untuk mengejar standar gaji yang sama dengan swasta. Makanya bagi mereka yang tidak mampu nyambi, kecenderungan untuk korupsi begitu kuat.

2. Bekerja seperti Mesin

Menjadi PNS berarti Anda harus siap menjadi mesin birokrasi. Semua ada aturannya dan tidak bisa kita bekerja di luar aturan, walaupun ide-ide kita bagus dan lebih mudah diterapkan ketimbang mengikuti aturan tersebut. Banyak kasus korupsi bukan karena mencuri, tetapi karena melanggar aturan administrasi tadi, oleh karena itu janganlah coba-coba melanggar aturan kalau tidak mau dituduh korupsi.

3. Kepercayaan lebih penting daripada Kemampuan

Dalam peningkatan karir, terutama promosi dan mutasi, kepentingan dan kepercayaan pimpinan lebih sering diutamakan daripada kemampuan. Ada istilah baku ‘loyalitas dan royalitas’ adalah mutlak, kalau tidak mau tersingkir dari percaturan karir. Memang ada sih yang mulus-mulus saja, tetapi presentasenya sedikit dibanding dengan ‘cara’ lain. Hal ini yang sering membuat kita frustasi, pengalaman dan kemampuan sudah maksimal, tetapi karir mentok begitu saja.

4. Tidak ada kawan dan lawan abadi

Bagi yang senang berkumpul atau berkomunitas, rasanya sulit untuk mewujudkannya dalam lingkungan PNS. Hari ini jadi kawan setia, besok bisa menjadi lawan tangguh karena satu dan lain hal (biasanya sih gak jauh dari uang dan karir). Jadi berhati-hatilah dalam bergaul terutama sesama PNS, pandai-pandailah menempatkan diri Anda agar tidak tercebur dalam kelompok tertentu, dan hati-hatilah dalam bercurhat, karena bisa-bisa menjebloskan Anda ke penjara!!!

Demikian sementara perhitungan untung ruginya, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan Anda untuk menjadi PNS. Yang terpenting menjadi PNS harus siap lahir batin, siap fisik dan mental, agar tidak mudah terjerumus dalam korupsi dosa (ini mungkin lebih tepat)


Responses

  1. kesempatan sekolah S2 terbuka pak… asal rajin cari informasi. Di tempat saya informasi beasiswa S2 terbuka di semua instansi. Hanya testnya yg susah.

    Btw, Bappenas memberi prioritas bagi PNS Luar Jawa lho pak dalam beasiswanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: